Terimakasih atas pelajaran berharga yang kalian ajarkan kepadaku. Sahabat adalah orang yang selalu mendengarkan keluh kesah kita, memotifasi kita agar selalu bangkit dan tak larut dalam kesedihan. Orang yang selalu ada ketika kita susah, ketika orang lain tak peduli dan menjauh dari kita.
Sahabat adalah pelangi yang mewarnai langitnya dikala kelabu.
Sahabat bukan orang yang hanya menunggu kita di atas puncak, tetapi menemani kita untuk mencapai puncak itu
Sahabat bagaikan tangan dan mata kita, ketika tangan kita terluka, mata menangis mengeluarkan air mata. Dan ketika mata menangis, tangan itulah yang akan menghapusnya
Sahabat yang tulus tak pernah berkhianat, dialah orang pertama yang akan percaya terhadapmu. Terimakasih atas segala waktu yang telah kau sediakan untukku, terimakasih karena selama ini telah mau mendengarkan keluh kesahku tentang hidup yang monoton ini.
Semoga Allah mengabulkan segala cita-cita mulia kita. Dan mempertemukan kita di jannatul ma'waNya,, amin ya robbal 'alamin
my family ,, Father And Mother I Love You ketika kita berpisah jauh dari mereka, pasti kita merasakan rindu yang tak bisa terbendung lagi. Tetapi kita pergi juga karena kita mempunyai misi yang sangat penting, yaitu bertolabul 'ilmi, yakinlah bahwa perjuangan kita meninggalkan mereka akan berbuah manis. Semua ituy tidak terlepas dari setiap untaian kata yang tulus terucap dari mereka di setiap malam yang ditujukkan terkhusus untuk kita. Jadi jika kita mulai merasa putus asa, ingatlahlah bahwa mereka sedang menunggu keberhasilan kita. Mereka tidak pernah menuntut apapun terhadap kita, mereka hanya memikirkan keberhasilan, kesuksesan dan kebahagiaan kita. Mereka rela makan hanya sekali dalam sehari, demi memberikan kewajiban kita, yang padahal dalam Islam, jika anak sudah baligh, maka orang tua tidak wajib memberi nafkah kepada kita. Jadi selama ini, yang telah mereka berikan kepada kita dengan tulus ikhlas merupakan shodaqoh mereka terhadap kita. So jangan sia2kan kepercayaan mereka terhadap kita, ingatlah tujuan kita dari awal. Agar kita tidak menyesalinya di kemudian hari,, keep spirit!!
Hermeneutika secara etimologis, kata 'hermeneutik' berasala dari bahasa yunani hermeneuein yang berarti menafsirkan. Maka kata benda hermeneia secara harfiyah dapat di artikan sebagai "penafsiran" atau interpretasi. Istilah yunani ini mengingatkan kita pada tokoh mitologis yang bernama hermes, yaitu seorang utusan yang mempunyai tugas menyampaikan pesan jupiter kepada manusia. Tugas hermes adalah menerjemahkan pesan-pesan dari dewa di gunung olimpus ke dalam bahasa yang dapat di mengerti manusia. Oleh karena itu, fungsi hermes adalah penting sebab bila terjadi kesalahan pahaman tentang pesan dewa-dewa akibatnya akan fatal bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu pada akhirnya hermeneutik di artikan sebagai proses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengerti.
Wallahu 'alam bis showabbbb,,
good night
Beliau adalah Guruku sekaligus sosok idolaku, darinya selama aku menimba ilmu disana. Aku mendapatkan pelajaran bahwa kita hidup di dunia ini hanya sementara. Jadi kita jangan hanya terus menerus mencari dunia. Kita harus mencari bekal untuk akhirat, karena ketika kita mencari bekal akhirat, Insyaallah dunia nkita juga akan terbawa. Dia lah sosok yang sangat sufi, beliau disiplin tidak pernah terlambat selalu tepat waktu. Bila memandang beliau jiwaku terasa tentram dan damai, aku ingin bisa seperti beliau, selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah, selalu qona'ah terhadap apa yang telah Allah berikan.Maka dari tirakat itulah beliau mempunyai keturunan yang memiliki kelebihan masing-masing.
MEDAN, KOMPAS
— Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih
tinggi. Setelah kemarin tercatat 12 kali meluncurkan awan panas guguran,
hari ini, Jumat (31/7) hingga pukul 12.00, telah terjadi enam kali awan
panas guguran. Jarak luncuran mencapai 2.000 meter hingga 4.000 meter
dengan ketinggian kolom abu antara 1.000 meter hingga 3.000 meter. Angin
mengarah ke timur sehingga hujan abu tipis kembali mengguyur Kota
Brastagi.
Kompas/PriyombodoWarga
merawat tanaman kol di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat,
Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan latar belakang Gunung Sinabung,
Juli. Letusan dan erupsi Gunung Sinabung sejak tahun 2013 itu
menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi.
Pengamat
Gunung Api Sinabung di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Desa Ndokum
Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Widi Cahya, mengatakan,
awan panas guguran terakhir terjadi pada pukul 10.15. "Aktivitasnya
masih tinggi seperti kemarin," kata Widi.
Sebelumnya pada hari
Kamis, Sinabung meluncurkan 14 kali awan panas dengan jarak luncur
mencapai 4.500 meter mengarah ke timur-tenggara. Frekuensi itu merupakan
luncuran terbanyak sepanjang Sinabung berstatus Awas sejak awal Juni
lalu. Bahkan pada pukul 07.05 terjadi erupsi dengan ketinggian mencapai
700 meter.
Gunung mengembung sebesar 20 mikroradian dengan
penumpukan kubah lava lebih dari 2 juta meter kubik. Kubah lava itulah
yang berguguran sehingga menimbulkan awan panas guguran. Sistem aliran
magmanya kini juga sudah terbuka (open system) sehingga aktivitas sedikit saja di dalam perut gunung akan mendesak ke atas dan keluar ke permukaan gunung.
Jumlah pengungsi tercatat masih 3.150 keluarga atau 11.110
jiwa yang tersebar di 10 posko. Kebanyakan para bapak hanya berada di
pengungsian malam hari. Siang hari mereka bekerja di ladang dan kembali
saat makan. "Kebutuhan makan memang dipenuhi oleh pemerintah. Namun,
kebutuhan lain, seperti kebutuhan anak sekolah, warga harus bekerja juga
menjadi buruh tani," kata Bakteria Sembiring, koordinator posko
pengungsi Sempajaya di Brastagi.
Kebanyakan pengungsi yang adalah petani kini tidak bisa mengerjakan ladangnya dan menjadi buruh tani di tempat petani lain.
Sedangkan
pengungsi yang sudah menerima uang sewa rumah, sewa lahan, dan menetap
di hunian sementara mencapai 2.053 keluarga atau 6.179 jiwa. Mereka
berasal dari Desa Bekerah, Simacem, Sukameriah, Kota Tonggal, Berastepu,
Gurukinayan, dan Gamber.
Kompas/PriyombodoGunung
Sinabung yang terus mengalami erupsi dari Desa Kuta Tengah, Kecamatan
Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Juli. Letusan dan erupsi
Gunung Sinabung sejak tahun 2013 itu menyebabkan puluhan ribu orang
mengungsi.
Sejumlah pengungsi sudah
dipindahkan ke kawasan relokasi warga di daerah Siosar, Kecamatan
Merek, Karo. Sisanya masih menunggu pembangunan relokasi selesai.
Rumah
relokasi yang sudah ditempati mencapai 103 unit dan merupakan bagian
dari pembangunan tahap pertama yang mencapai 370 unit untuk warga Desa
Bekerah, Simacem, dan Sukameriah. Sisa 267 unit sedang dibangun dan
selesai tahun ini.
Total rumah relokasi yang akan dibangun
mencapai 2.053 unit. Sisa 1.683 unit masuk dalam program pembangunan
tahap kedua setelah penyelesaian pembangunan tahap pertama. Rumah tahap
kedua itu untuk warga di lima desa, yaitu Sibitun, Berastepu, Gamber,
Kota Tonggal, dan Gurukinayan (Kompas, 28/5). (WSI)